Tampilkan postingan dengan label pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juli 2013

UBT - U Learning, Platform Baru Mengatasi Kesenjangan Pembelajaran


ILTEC-Jakarta - Sebuah inovasi diperkenalkan NSDevil atau North Star Developer's Village untuk menerobos kesenjangan proses pembelajaran yang selama ini menjadi jurang lebar antara pendidikan di kota dan daerah-daerah terpencil. Inovasi teknologi bernama Ubiquitous Base Test (UBT) & Ubiquitos-Learning (U-Learning) Platform itu diterakan tidak hanya berbasiskan internet. <p>

"Tapi sudah diperluas dan semakin dipermudah dengan aplikasi 3G wireless communication technology atau jaringan perangkat selular yang kini sudah banyak digunakan di berbagai pelosok tanah air," kata Direktur PT Surya Inti Komunikasi, Tonny Firman A, di Jakarta, Kamis (4/7/2013), menyambut penandatanganan MoU dengan CEO NSDevil, Lee Un Joo, dan Komisaris PT Surya Inti Komunikasi, Honye Fauzia Aurelia. <p>

Tonny mengatakan, teknologi ini setidaknya dapat mengatasi kurangnya sarana infrastruktur dan tenaga pendidik untuk membuat pencapaian mutu pendidikan lebih maksimal. Saat ini, Indonesia sudah harus secepatnya menerapkan sistem pendidikan yang efektif dan efisien. <p> 



Dia mengakui, E-Learning memang telah diterapkan. Hanya saja, konsep pembelajaran itu masih terbatas pada jaringan internet. <p>

"Sementara U-Learning memanfaatkan jaringan komunikasi dari vendor, sehingga tidak bergantung pada PC atau laptop," ujar Tonny. <p>

Dia mengatakan, pihaknya tengah menjalin kerjasama dengan institusi pendidikan mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi. Menurutnya, tidak hanya lembaga formal, karena balai pelatihan pendidikan pun bisa memanfaatkan teknologi ini karena sudah diapresiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk bisa membantu mewujudkan kesetaraan pendidikan. <p>

Teknologi biquitous Base Test (UBT) & Ubiquitos-Learning (U-Learning) Platform, menurut penemunya, Cavin Shin, telah diterapkan di Afrika Selatan, Rusia, Jepang, dan Filipina. Bahkan, teknologi ini diujicobakan saat Ujian Negara bersama dengan Korea. <p>

Dalam pengembangannya di Indonesia, pemakaian teknologi biquitous Base Test (UBT) & Ubiquitos-Learning (U-Learning) Platform telah dimulai sejak November 2012 lalu, setelah NS Devil telah bekerjasama dengan Universitas Pasundan Bandung, sebagai pilot project. <p>

"Untuk tahap pertama pada Juni 2013 memperlihatkan hasil cukup signifikan bagi para mahasiswa maupun dosen dalam proses perkuliahan hingga ujian semester," kata Tonny.<p>

sumber; kompas<p>

Bapak/Ibu/Sdr ingin lebih tahu lebih jauh tentang UBT ini, ILTEC Palembang akan memfasilitasinya melalui seminar dan workshop, bagi yang berminat Silahkan email: iltec@mail.com :  Nama/Nomor Hp/Email/Alamat.

Sabtu, 15 Juni 2013

10 cara untuk meningkatkan kecerdasan emosional

#1. Coba rasakan dan pahami perasaan anda. Jika perasaan tidak nyaman, kita mungkin ingin menghindari karena mengganggu. Duduklah, setidaknya dua kali sehari dan bertanya, “Bagaimana perasaan saya?” mungkin memerlukan waktu sedikit untuk merasakannya. Tempatkan diri Anda di ruang yang nyaman dan terhindar dari gangguan luar.

#2. Jangan menilai atau mengubah perasaan Anda terlalu cepat. Cobalah untuk tidak mengabaikan perasaan Anda sebelum Anda memiliki kesempatan untuk memikirkannya. Emosi yang sehat sering naik dan turun dalam sebuah gelombang, meningkat hingga memuncak, dan menurun secara alami. Tujuannya adalah jangan memotong gelombang perasaan Anda sebelum sampai puncak.

#3. Lihat bila Anda menemukan hubungan antara perasaan Anda saat ini dengan perasaan yang sama di masa lalu. Ketika perasaan yang sulit muncul, tanyakan pada diri sendiri, “Kapan aku merasakan perasaan ini sebelumnya?” Melakukan cari ini dapat membantu Anda untuk menyadari bila emosi saat ini adalah cerminan dari situasi saat ini, atau kejadian di masa lalu Anda.

#4. Hubungkan perasaan Anda dengan pikiran Anda. Ketika Anda merasa ada sesuatu yang menyerang dengan luar biasa, coba untuk selalu bertanya, “Apa yang saya pikirkan tentang itu?” Sering kali, salah satu dari perasaan kita akan bertentangan dengan pikiran. Itu normal. Mendengarkan perasaan Anda adalah seperti mendengarkan semua saksi dalam kasus persidangan. Hanya dengan mengakui semua bukti, Anda akan dapat mencapai keputusan terbaik.

#5. Dengarkan tubuh Anda. Pusing di kepala saat bekerja mungkin merupakan petunjuk bahwa pekerjaan Anda adalah sumber stres. Sebuah detak jantung yang cepat ketika Anda akan menemui seorang gadis dan mengajaknya berkencan, mungkin merupakan petunjuk bahwa ini akan menjadi “sebuah hal yang nyata.” Dengarkan tubuh Anda dengan sensasi dan perasaan, bahwa sinyal mereka memungkinkan Anda untuk mendapatkan kekuatan nalar.

#6. Jika Anda tidak tahu bagaimana perasaan Anda, mintalah bantuan orang lain. Banyak orang jarang menyadari bahwa orang lain dapat menilai bagaimana perasaan kita. Mintalah seseorang yang kenal dengan Anda (dan yang Anda percaya) bagaimana mereka melihat perasaan Anda. Anda akan menemukan jawaban yang mengejutkan, baik dan mencerahkan.

#7. Masuk ke alam bawah sadar Anda. Bagaimana Anda lebih menyadari perasaan bawah sadar Anda? Coba asosiasi bebas. Dalam keadaan santai, biarkan pikiran Anda berkeliaran dengan bebas. Anda juga bisa melakukan analisis mimpi. Jauhkan notebook dan pena di sisi tempat tidur Anda dan mulai menuliskan impian Anda segera setelah Anda bangun. Berikan perhatian khusus pada mimpi yang terjadi berulang-ulang atau mimpi yang melibatkan kuatnya beban emosi.

#8. Tanyakan pada diri Anda: Apa yang saya rasakan saat ini. Mulailah dengan menilai besarnya kesejahteraan yang anda rasakan pada skala 0 dan 100 dan menuliskannya dalam buku harian. Jika perasaan Anda terlihat ekstrim pada suatu hari, luangkan waktu satu atau dua menit untuk memikirkan hubungan antara pikiran dengan perasaan Anda.

#9. Tulislah pikiran dan perasaan Anda ketika sedang menurun. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa dengan menuliskan pikiran dan perasaan dapat sangat membantu mengenal emosi Anda. Sebuah latihan sederhana seperti ini dapat dilakukan beberapa jam per minggu.

#10. Tahu kapan waktu untuk kembali melihat keluar. Ada saatnya untuk berhenti melihat ke dalam diri Anda dan mengalihkan fokus Anda ke luar. Kecerdasan emosional tidak hanya melibatkan kemampuan untuk melihat ke dalam, tetapi juga untuk hadir di dunia sekitar Anda.